Mengatasi Kekurangan Energi Protein (KEP) dengan Kerupuk Daun Kelor || Produksi KWT Asri Desa Panca Tunggal Jaya

Panca Tunggal Jaya – “Upaya pencegahan dan penanganan KEP (Kekuarangan Energi Protein) merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan agar penderita KEP menurun bahkan tidak ada sehingga kualitas sumber daya manusia di Indonesia meningkat.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi KEP adalah menggunakan teknologi pangan dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di Indonesia yaitu daun kelor sebagai bahan subtitusi kerupuk.

Penelitian ini di bawah bimbingan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB, Prof. Dr. Clara M. Kusharto, MSc. yang berpengalaman dalam pengembangan kerupuk yang disubsitusi dengan tepung kedelai yang kaya protein.

Kelor (Moringa oliefera), tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia, India, dan lainnya. Daun kelor mempunyai banyak  manfaat dan mengandung berbagai zat gizi sangat tinggi. Daun kelor merupakan sumber yang baik untuk protein, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E.

Kandungan gizi protein pada 100 gram daun kelor setara dengan zat gizi protein dalam satu telur.  Penelitian lain menyebutkan bahwa hasil perbandingan daun kelor dengan bahan pangan lain dalam jumlah yang sama (gram) menunjukkan daun kelor mengandung vitamin C setara vitamin C dalam 7 jeruk, vitamin A setara vitamin A pada 4 wortel, kalsium setara dengan kalsium dalam 4 gelas susu, potassium setara dengan yang terkandung dalam 3 pisang, dan protein setara dengan protein dalam 2 yogurt. Tepung daun kelor mengandung protein lebih tinggi dari daun kelor segar yaitu 20-26 gram per 100 gram.

Pemanfaatan daun kelor sebagai sumber protein belum banyak dimanfaatkan di Indonesia, hanya beberapa daerah Indonesia Timur saja yang telah menggunakan daun kelor sebagai sayur bening.

“Sementara itu sebagian penduduk di Indonesia malah menggunakan daun kelor untuk hal-hal yang bersifat mistik, ” tutur Prof. Clara.

Padahal sejak dahulu kala orang Afrika telah memanfaatkan sebagai bahan makanan sumber zat gizi.Tingginya kandungan gizi dan banyaknya manfaat dari kelor (Moringa oliefera) menjadikan kelor dijuluki sebagai “Mother’s Best Friend” dan “Miracle Tree”.

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20130425/99/10787/agribisnis-kerupuk-daun-kelor-untuk-atasi-kekurangan-gizi

Kelompok KWT Asri Desa Panca Tunggal Jaya mewujudkan upaya pencegahan dan penanganan KEP (Kekuarangan Energi Protein) dengan membuat Inovasi “KERUPUK DAUN KELOR”.

dengan berbagai manfaat yang lain sebagai berikut :

  1. Memperlancar Asi
  2. Menurunkan Kadar Gula
  3. Mengatasi Peradangan
  4. Mengontrol Tekanan Darah
  5. Anti Oksidan
  6. Meningkatkan daya tahan tubuh
  7. dll

Untuk pemesaran dan bisa menghubingi kami.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan